Marketing Produk di Media Sosial - akuBagus.com
Your Ad Spot

Hot

Post Top Ad

Marketing Produk di Media Sosial

 Tentu tidak asing dengan Media Sosial bukan, setiap orang pasti memiliki media sosial yang aktif saat ini serta juga tidak sedikit orang memiliki media sosial lebih  dari satu. Banyak sekali media yang digunakan seperti chatting, upload foto, ataupun update status.

"Apa untungnya berjualan di media sosial?"

Keuntungannya kita bisa menawarkan produk kita secara luas tanpa harus mengiklankan di media massa seperti televisi, koran, spanduk, baliho dengan biaya yang mahal. Beda dengan jaman dulu yang door to door sewaktu saya kecil dulu menawarkan jualan ice saya dari satu orang ke orang lain membawa termos seukuran tubuh saya ketika itu.

"Bagaimana caranya, apakah saya bisa?"

Sekarang mudah tentunya kita semua bisa, bayangkan terdapat jutaan orang yang memiliki media sosial dan satu orang memiliki lebih dari satu media sosial, bukankah itu ladang bagi kita untuk memasarkan produk secara luas dengan harga murah.

"Bukannya gratis, kenapa bisa murah?" 

Kenapa saya bilang murah, karena tentu saja kita memelukan akses internet dan kuota untuk broadcast di jejaring sosial apapun. Kecuali ada yang numpang wifi gratis itu beda cerita, tapi kan tidak tiap hari. Berikut tips nya

1. Target Market Potensial

Ketika berjualan di media sosial dengan membidik target market potensial dan sesuai dengan target kita agar lebih banyak pengguna media sosial tertarik dengan tawaran produk yang kita tawarkan. Biasanya cara termudah untuk berjualan pada target market potensial adalah dengan menunjukkan produk yang spesifik kepada kelompok tertentu, misalnya anak muda, perempuan, ibu-ibu atau peng hobi.


Biaanya grup-grup di media soial menjadi potensi bagi ladang kita untuk menawarkan produk yang aka kita jual seperti di BBM, Facebook, WA, Twitter, Instagram, bahkan Youtube dan media sosial lainnya dengan mengangkat tema tertentu. 


Grup yang mengangkat topik khusus lebih mudah diterima oleh masyarakat bila sesuai dengan minat mereka. Mereka inilah yang nantinya menjadi target market potensial kita untuk jangka panjang.

2. Status yang Menarik

Status yang menarik akan membuat orang melakukan LIKE atau SHARE status kita sehingga lebih banyak yang mengenal kita dan produk yang berjalan. Salah satunya adalah dengan membuat status yang sedang hangat dibicarakan. Sampaikan dengan cara yang baik dan berisi, namun jangan membuat status yang mengandung unsur SARA karena ini bisa menghacurkan bisnis kita dengan cepat. Buatlah status-status yang bisa berpotensi viral terutama yang ada kaitannya dengan produk.

3. Update Foto Profil Secara Berkala


Update foto profile secara rutin nantinya akan terlihat di timeline teman-teman di sosila media.  Bila pengguna soial media melihat update dari akun kita secara rutin, kemungkinan akan ada yang penasaran dan membuka akun media sosial kita.


Mereka yang melihat-lihat akun media sosial kita bisa menjadi salah satu calon konsumen, apalagi ketika mereka tertarik dengan postingan yang kita buat. Bila kita aktif menggunakan Instagram dan Facebook untuk promosi, maka sangat disarankan untuk memposting tayangan live karena ini merupakan salah satu cara menarik perhatian orang lain.

4. Hashtag

Selalu gunakan hashtag pada postingan di media sosial untuk membuat banyak orang mudah melakukan pencarian produk di Instagram, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya. Sekarang yang lagi ramai Instagram karena banyak pengguananya.

Anda bisa menuliskan hastag misalnya yang sedang hits #makutabandung, #princescake, dan lain sebagainya. Hashtag bisa Anda tambahkan di bagian bawah status di Instagram, Facebook, dan Twitter. Atau bisa juga memalui komentar tag yang sedang sedangkan dibicarakan

5. Fast Respon

Sangat disarankan untuk memberikan respon secepat mungkin kepada para konsumen untuk mencegah kemungkinan para pembeli batal membeli produk kita. Walaupun banyak calon konsumen yang hanya bertanya saja, kita harus tetap memberikan respon diusahakan fast respon, agar konsumen tidak berpindah ke lain hati.


Sebagian besar pembeli yang tidak sabar, memilih untuk mencari online shop lain jika penjualnya tidak segera membalas pertanyaan. Pastikan kita update di media sosial tanpa batas sehingga tidak kehilangan banyak pelanggan, pastikan koneksi internet dan kuota lancar.

6. Komunikasi

Kita bisa membangun komunikasi yang baik dengan para pelanggan melalui kontak Whatapps maupun DM Instagram. Berkomunikasilah dengan para konsumen secara berkala dan dengan cara yang baik dan hangat, jangan terlalu memaksa juga karena banyak calon konsumen akan enggan untuk diajak ngobrol terlalu dalam/sering.

Misalnya dengan menjawab pertanyaan, menanyakan apakah barang telah sampai dan meminta testimoni. Ingatlah mereka saat kita ingin update dagangan melalui Line, biarkan mereka melihat produk-produk terbaru kita melalui media sosial .

7. Tanda/Tag

Walaupun terkadang membuat orang kurang nyaman, sebenarnya sesekali kita bisa menyebarkan produk yang dijual kepada para pengguna media sosial dengan cara acak dan tidak beraturan. Salah satunya dengan menandai mereka melalui Facebook, Twitter, atau pun Instagram dengan tag mungkin bisa membantu karena akan langsung menuju orang yang bersangkutan.

Meskipun acak tapi akan banyak orang melihat postingan terbaru dari produk kita tentunya akan semakin banyak  calon pembeli yang penasaran. Kita bisa melakukannya sesekali ketika ingin melakukan test market untuk produk baru atau produk lama yang telah dioptimalkan.



Banyak orang yang gulung tikar ketika berjualan online bukan karena tidak laku, melainkan karena minder atau takut dengan para pesaingnya. Minder adalah sifat yang tidak boleh dimiliki oleh para pebisnis karena ketika kita sudah minder maka kita sudah kalah sebelum bertanding. Percaya diri emnjadi kunci utama untuk meraih sukses dalam berbisnis


Anda bisa menawarkan berbagai macam produk kepada para pelanggan dengan rasa percaya diri yang tinggi bahwa produk tersebut bermanfaat bagi mereka atau konsumen.

Terima kasih semoga bermanfaat

Post Top Ad