Tips Berbisnis Berkah Ala Rasulullah SAW

1. Sikap Murah Hati dan Ramah terhadap Mitra

Berbisnis merupakan hal yang wajar dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai penjual atau sebagai atasan atau bahkan pemilik sebuah perusahaan tidak akan lepas dari konsumen yang akan membeli produk yang kita beli. Bersikap ramah saat  melayani pembeli ataupun mitra merupakan hal yang sangat dirokemendasikan dalam proses jual beli. Karena tanpa konsumen seorang pebisnis bukaanlah apa-apa, untuk itu tetaplah bersikap murah hati dan ramah terhadap mitra bisnis kita begiitu pula saat kita akan menagih hutang konsumen atau mitra bisnis kita, seperti kutipan di bawah ini:

"Allah mengasihi orang yang bermurah hati saat menjual/membeli dan menagih hutang" (HR. Bukhari)


Keramahtahan menjadi kunci utama sukses berdagang sehingga konsumen akan kembali lagi bila kita selaku pebisnis melakukan hal ini, konsumen akan merasa lebih dihargai tidak peduli kita sebagai atasan bahkan pemilik perusahaan kita sendiri, 

"Allah merahmati seseorang yang yang ramah dan toleran dalam berbisnis" (HR. Bukhari dan Tirmidzi)


2. Tidak Menunda Gaji Pegawai

Sebagai seorang pengusaha ayang bertanggungg jawab dan mampu menjalankan bisnis sesuai syariat Islam tentu tidak boleh mengacuhkan hal-hal yang bersifat mendzalimi sesama, dalam contohnya apabila seorang pengusaha memilliki pegawai maka jangan kita menunda gaji pegawai kita, karena pegawai juga merupakan mahkluk Allah yang saling membutuhkan satu sama lainnya. Maka sebagai pebisnis muslim yang taat ada baiknya memberikan gaji sesuai kinerja dan tepat waktu, seperti dikutip dari :

  
"Berikanlah pekerja upahnya sebelum keringatnya kering" (HR. Ibnu Madjah)


Karena menunda gaji pegawai merupakan suatu kezaliman yang senantiasa dapat memberikan sesuatu yang dimurkai Allah

"Menunda penuaian kewajiban (bagi yang mampu) termasuk kezaliman" 
(HR. Bukhari Muslim)


3. Berbisnis Harus Bersih dari Riba

Siapapun pasti ingin memiliki barang yang diinginkannya  enatah atas dasar butuh atau keinginan, tidak sedikit pula seseorang ingin mendapatkan barang yang diinginkan secara instan dan cepat. Saat ini banyak pula kemudahan yang ditawarkan demi mendapatkan barang tersebut, salah satunya dengan cara riba atau kredit. Sungguh upaya untuk emndapatkan dengan cara riba atau kredit tidak dianjurkan dalam islam karena dapat merugikan pihak pembeli secara kredit. 

Namun banyak masyarakat modern saat ini beranggapan bahwa mengkredit barang dengan jumlah bunga tertentu merupakan hal yang wajar dan tergolong mudah bagi masyrakat kalangan menengah ke bawah. Ada yang beranggapan pula "bila saya tidak kredit bagaimana saya bisa dapat barang tersebut?"

Tiap bulan mereka hanya membayar angsuran sebesar yang sudah ada dalam perjanjian dalam rentang waktu tertentu, namun bila disadari "bunga" yang terkandung dalam proses pembayaran beberapa persen saat membayar merupapak salah satu riba.

Bila dihitung-hitung jumlah barang yang misal 5000 akhirnya menjadi 8000 atau bahkan 2-3x lipat dari harga barang tersebut. Inilah yang dimaksud dengan riba yang tidak dianjurkan dalam jual beli Islam. Sungguh riba sangat merugikan coontohnya, pembayaran harus teppat waktu bila tidak maka barang akan disita atau diambil, bila sudah membayar tapi telat dari waktu yang ditentukan maka akan terkena biaya tambahan atau denda. Untuk itu sebagai pebisnis atau pembeli ada baiknya menjauhi riba sekecil apapun, agar barang yang kita terima dan jual lebih mendapat keberkahan.

4. Bisnis Tidak Mengganggu Ibadah


Tentu semua orang ingin kaya dengan cara berbisnis karena terinspirasi dari Rasulullah SAW, namun sebagai umat Islam yang baik dan taat agama tentu saja kewajiban shalat jangan pernah ditinggalkan. Berbisnis boleh, namun bila saat adzan berkumandang segerahlah berbondong-bondong menuju masjid untuk menunaikan shalat 5 waktu tinggalkan sejenak perniagaan kamu.

Dikutip dari ayat Al-Quran yang berbunyi :

"Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang." 

(QS. An-Nur : 36 - 37)





Salah satu pengusaha sukses dari Indonesia yang berani mengambil resiko adalah beliau ini dengan ciri khasnya yang pasti banyak orang tahu yang terangkum dalam artikel Mengenang Bob Sadino

Postingan terkait:

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :

Belum ada tanggapan untuk "Tips Berbisnis Berkah Ala Rasulullah SAW"

Post a Comment

loading...