Melintasi jembatan terpanjang di Indonesia

Saat itu kira-kira saat itu aku sedang berada di rumah tepatannya di Jawa Timur Kota Malang, suntuk dengan beberapa tuntutan kerja di kantor biasa sebagai bawahan tentunya. Tepat pagi itu aku berpikiran untuk membolos atau tidak masuk kerja  dikarenakan jam kerjaku yanng begitu fleksibel. Aku memutuskan untuk refreshing supaya otak ini tidak berasap bak corong mesin kapal yang membubul hitam ke atas. Karena bosan dirumah aku memutuskan untuk jalan-jalan keluar, saat itu aku tidak sendirian karena ditemani seorang kekasih nan cantik. Kita berencana untuk untuk keluar hanya di dalam kotaa maksimal hanya ke kota Batu, namun karena saat itu agak siang tidak mungkin juga kita jalan-jalan ke kota Batu siang hari karena akan panas. Pada akhirnya kita memutuskan untuk pergi keluar kota hanya untuk merasakan sensasi yang berbeda. Setelah berunding dan mufakat beberapa menit akhirnya tercetuslah kota akan pergi tidak begitu jauh yaitu ke ingin melihat jembatan Suramadu. Karena aku tidak pernah melihat ataupun lewat situ ada baiknya aku coba 2 tahun lalau, saat itu tercetak didokumentasi foto tanggal 19 Agustus 2014. Akhirnya kita bergegas dan kita berangkat dengan bekal seadanya dan tanpa persiapan matang, sebenarnya salah satu dari kami tidak tahu jalan menuju ke jembatan Suramadunya karena modal nekat ditemani sang kekasih akupun langsung cus berangkat karena kalu ke Surabaya sudah terlalu sering buat aku jadi sangat hafal ke kota Surabayanya saja. Kami berdua berangkat dengan gerobak bermesin sederhana roda 4, Alhamdulillah tidak kepanasan & tidak kehujanan. Perjalanan kurang lebih 2,5 jam plus macet dan kecepatan seadanya yah min 80 km/jam klo sepi he..hee..he.

Tak terasa kami berdua berada di dalam kota Surabaya karena keterbatasan arah dan tujuan kami melancarkan senjata pamungkas yaitu GPS yang dapat mendapat membantu perjalanan kami, langsung kami diarahkan menuju ke kenjeran

.
Sumber : Milik pribadi

Dikarenakan di kotaku jarang ada peti kemas akupun memotretnya dengan wajah takjub sebagai seorang sopir yang masuk ke kota besar. Jalan Kenjeran tinggal beberapa meter lagi terlihat di layar handphone yang kami pegang, saat itu juga kebetulan sorfe hari sehingga suasana nampak romansa sekali untuk kita berdua berekreasi

Sumber : Milik Pribadi

Akhirnya setelah melewati rintangan jalanan di kota kamipun menuju jalan kembar yang berada di kenjeran tersebut, aku lupa bagaimana tepatnya sebelum memasuki jembatan suramadunya. Terlintas seketika biaya untuk masuk ke jambatan suramadu ternyata sepeti hal nya jalan tol yang berbayar, pikiran rileks saja "karena masuk tol tidak bayar mahal" dalam hatiku. Setelah memasuki loket dan ternyata...... biaya gerobak roda 4 Rp 30.000. Ya ampun muahal banget ternyata sempat berat hati namun apalah daya ini jalan satu-satunya dan tidak bisa kembali mundur lagi. Kamipun memasuki jembatan terpanjang di Indonesia ini, dan waw sungguh luar biasa angin sepoi-sepoi dan aroma garam laut yang khas dan mengobati rasa dongkol di loket tadi. 

Sumber : Milik Pribadi

setelah sampai di ujung jembatan kami resmi menginjakkan kaki di pulau Madura, ini pertama kalinya aku berkunjung di kota Madura. Bangkalan menjadi tempat pertama yang kami jelajahi, namun tidak jauh juga sih, karena kami harus mengatur uang untuk bahan bakar dan keluar dari jalan tol pulang nanti. Setelah beberpa menit kami ingin berkunjung ke tempat makan terkenal di Madura namanya bebek S*nj*y, namun setelah disana kami tidak menemukan tempat itu sampai menjelang petang, karena aku tidak sabaran dan terus kesasar aku memutuskan untuk pulang saja dan beberpa menit kemudian tidak sengaja kami menemukan tempat yang tidak jauh dari tujuan kami yang ternayat tutup pada waktu itu. Seperjalanan pualang jembatan suramadu ini nampak luar biasa dihiasi lampu yang berwarna warni sungguh mempesona, tidak rugi juga kami berlibur traveler dan singkat ini sambil berfoto di pinggir jalan. DIkarenakan kendaraan tidak boleh berhenti demi keamanan aku memberanikan diri berhenti sejenak untuk mengambil beberapa potret sebagai dokumentasi.

Sumber : Pribadi, Photoprapher : Methania AS.

Postingan terkait:

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :

Belum ada tanggapan untuk "Melintasi jembatan terpanjang di Indonesia"

Post a Comment